KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
21. St. Kornelius (251-253)
Kornelius lahir di Roma. Ia seorang iman yang saleh dan bijaksana. Sepeninggal Paus Fabianus pada tahun 250, Takhta Suci mengalami kekosongan kepemimpinan. Masalah-masalah yang menyelimuti Gereja terus meningkat. Akhirnya pada 25 Maret 251, kekosongan itu terisi kembali oleh terpilihnya Kornelius sebagai paus, namun keterpilihannya sebagai paus tidak menyelesaikan semua masalah yang melanda Gereja. Gereja terus dirongrong baik dari luar maupun dari dalam. Pihak kekaisaran terus melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan banyak orang Kristen murtad dari imannya. Dalam tubuh Gereja sendiri, banyak imam di Roma maupun di Afrika bersikap keras terhadap orang-orang yang murtad itu. Di bawah kendali Novatianus, imam-imam itu mengajarkan bahwa tidak seorangpun yang telah menyangkal imannya dapat diterima kembali dalam persekutuan Gereja Kristus, kendatipun mereka membayarnya dengan sesal dan tobat yang mendalam serta denda yang besar. Ajaran itu dimaksudkan untuk melindungi tata tertib Gereja namun secara tidak sadar justru bertentangan dengan asas-asas Injil Kristus.
Terhadap ajaran Novatianus, PAus Kornelius tidak segan-segan bertindak. Ia segera memanggil semua uskup untuk mengadakan konsili guna membahas ajaran dan sikap Novatianus demi tegaknya kemurnian ajaran Injil Suci. Semua uskup yang hadir dalam konsili itu mengutuk ajaran Novatianus dan mencapnya sebagai bidah. Sepeninggal KAisar Gayus Desius, keadaan gereja nertambah genting. Kaisar baru Gayus Vibius Trebunianus Gallus terus melanjutkan pengejaran terhadap umat Kristen. Atas perintahnya, Paus Kornelius ditangkap pada tahun253 dan dibuang ke Civita Vecchia, sebelah utara kota Roma. Dari tempat pembuangannya, Kornelius tetap menyurati sahabatnya Siprianus, Uskup Kartago untuk meneguhkan hatinya dalam memimpin umatnya. Akhirnya Kornelius wafat sebagai martir bulan Juni 253 di tempat pembuangannya akibat dari penderitaan hebat yang dialamainya. Jenasahnya dibawa kembali ke Roma dan dimakamkan di pemakaman Santo Kallikstus.
|